Sudah beberapa hari berlalu
setelah sorak sorai kembang api di langit gelap malam hari itu.
Gegap gempita yang hanya berlangsung
paling lama tiga jam itu, menyisakan pikiran-pikiran yang tak karuan persis ributnya
suara terompet masuk dari telinga kanan pun kiri yang riuh.
Rasanya baru kemarin menghitung
mundur waktu merayakan pergantian angka tahun sama seperti malam itu. Sekarang sudah mulai melanjutkan
langkah untuk mengisi hari, menelaah kembali mimpi yang tertunda, pun
menyiapkan diri menghadapi cecaran-cecaran omongan orang yang tidak tahu menahu
tentang berproses.
Hingga suatu pagi, aku tertegun
pada sebuah kiriman video singkat di media sosial.
“New York, tiga jam lebih awal dari California, tapi tidak berarti
California lambat.”
“Ada orang yang masih sendiri, ada juga orang yang sudah menikah.”
“Ada orang yang lulus kuliah di usia 22 tahun, tetapi menunggu lima tahun
untuk bekerja.”
“Yang lainnya, lulus di usia 27 tahun, tetapi ia langsung bekerja.”
“Seseorang menjadi CEO di usia 25 tahun, tetapi meninggal di usia 50 tahun.”
“Yang lain menjadi CEO di usia 50 tahun, tetapi hidup hingga usia 90 tahun.”
“Obama pensiun di usia 55 tahun, sedangkan Trump maju di usia 70 tahun.”
Seperti itulah yang dimaksud “setiap orang memiliki zona waktunya masing-masing.”
Tidak ada yang bisa mengatakan “Kamu terlambat” ketika kamu sudah
bekerja di zona waktumu sendiri.
Menyingkirkan pertanyaan-pertanyaan
kolot semacam “Kapan lulus ?”, “Kapan
menikah?”, “Kapan punya anak ?”, “Kapan menambah momongan?” dari
orang-orang yang sudah lulus, sudah menikah, ataupun sudah memiliki momongan
tidak akan sesederhana kamu menghabiskan segelas es jeruk di terik siang.
Hanya saja,
Kamu hanya perlu mendiamkan
mereka, dan tetap bekerja di zona waktumu.
“California mungkin akan menjadi tidak semaju saat ini ketika ia tiga jam
lebih lama dari New York.”
“Belum tentu orang yang sudah menikah memiliki kebahagiaan lebih
dibandingkan orang yang masih sendiri di usia yang sama.”
“Lulus di usia 27 tahun tetapi langsung bekerja, tidak membuang waktu
banyak dibandingkan lulus di usia 22 tahun tetapi menunggu lima tahun untuk
mendapatkan pekerjaan.”
Dan dengan berbagai
perbandingan-perbandingan zona waktu lainnya, sudah semestinya proseslah yang
diagung-agungkan, bukan hanya kemudahan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan
kolot yang seringkali ingin aku balas dengan lemparan senyum sebatas bibir kiri
mengangkat sedikit.
Tuhan tidak mungkin memberatkan
kaum-Nya untuk bekerja di zona waktu orang lain.
Dan kita, sejatinya hanyalah
kaum-Nya yang sudah diberi zona waktu sendiri untuk merangkak, berdiri,
berjalan, pun berlari menuju mimpi.
Dan mereka, seharusnya merenungi
diri sebelum mengumpat, apakah berada di zona waktu yang tepat ?
Iya, setiap orang memiliki zona
waktunya masing-masing dan mulailah merajut mimpi sebelum datang lagi keriuhan
pesta kembang api pengingat pergantian angka tahun.
Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
BalasHapusDalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
Yang Ada :
TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
Sekedar Nonton Bola ,
Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
Website Online 24Jam/Setiap Hariny