Kamis, 11 Januari 2018

Zona Waktu


Sudah beberapa hari berlalu setelah sorak sorai kembang api di langit gelap malam hari itu.
Gegap gempita yang hanya berlangsung paling lama tiga jam itu, menyisakan pikiran-pikiran yang tak karuan persis ributnya suara terompet masuk dari telinga kanan pun kiri yang riuh.
Rasanya baru kemarin menghitung mundur waktu merayakan pergantian angka tahun sama seperti malam itu. Sekarang sudah mulai melanjutkan langkah untuk mengisi hari, menelaah kembali mimpi yang tertunda, pun menyiapkan diri menghadapi cecaran-cecaran omongan orang yang tidak tahu menahu tentang berproses.

Hingga suatu pagi, aku tertegun pada sebuah kiriman video singkat di media sosial.
“New York, tiga jam lebih awal dari California, tapi tidak berarti California lambat.”
“Ada orang yang masih sendiri, ada juga orang yang sudah menikah.”
“Ada orang yang lulus kuliah di usia 22 tahun, tetapi menunggu lima tahun untuk bekerja.”
“Yang lainnya, lulus di usia 27 tahun, tetapi ia langsung bekerja.”
“Seseorang menjadi CEO di usia 25 tahun, tetapi meninggal di usia 50 tahun.”
“Yang lain menjadi CEO di usia 50 tahun, tetapi hidup hingga usia 90 tahun.”
“Obama pensiun di usia 55 tahun, sedangkan Trump maju di usia 70 tahun.”

Seperti itulah yang dimaksud “setiap orang memiliki zona waktunya masing-masing.”
Tidak ada yang bisa mengatakan “Kamu terlambat” ketika kamu sudah bekerja di zona waktumu sendiri.

Menyingkirkan pertanyaan-pertanyaan kolot semacam “Kapan lulus ?”, “Kapan menikah?”, “Kapan punya anak ?”, “Kapan menambah momongan?” dari orang-orang yang sudah lulus, sudah menikah, ataupun sudah memiliki momongan tidak akan sesederhana kamu menghabiskan segelas es jeruk di terik siang.
Hanya saja,
Kamu hanya perlu mendiamkan mereka, dan tetap bekerja di zona waktumu.

“California mungkin akan menjadi tidak semaju saat ini ketika ia tiga jam lebih lama dari New York.”
“Belum tentu orang yang sudah menikah memiliki kebahagiaan lebih dibandingkan orang yang masih sendiri di usia yang sama.”
“Lulus di usia 27 tahun tetapi langsung bekerja, tidak membuang waktu banyak dibandingkan lulus di usia 22 tahun tetapi menunggu lima tahun untuk mendapatkan pekerjaan.”

Dan dengan berbagai perbandingan-perbandingan zona waktu lainnya, sudah semestinya proseslah yang diagung-agungkan, bukan hanya kemudahan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan kolot yang seringkali ingin aku balas dengan lemparan senyum sebatas bibir kiri mengangkat sedikit.
Tuhan tidak mungkin memberatkan kaum-Nya untuk bekerja di zona waktu orang lain.

Dan kita, sejatinya hanyalah kaum-Nya yang sudah diberi zona waktu sendiri untuk merangkak, berdiri, berjalan, pun berlari menuju mimpi.

Dan mereka, seharusnya merenungi diri sebelum mengumpat, apakah berada di zona waktu yang tepat ?

Iya, setiap orang memiliki zona waktunya masing-masing dan mulailah merajut mimpi sebelum datang lagi keriuhan pesta kembang api pengingat pergantian angka tahun.


1 komentar:

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus