Rabu, 20 Mei 2015

Yang Lalu.


Pagi hari kala itu, aku menghela nafas cukup panjang, ada yang sedang ingin aku pikirkan.
Di setiap helaannya, aku bersyukur untuk apa yang sedang terjadi saat ini.
Berterima kasih, untuk semua yang telah terjadi.

Satu detik yang lalu, bukankah itu juga masa lalu ?
Apa yang bisa kita lakukan selain bersyukur pada masa lalu ?

Iya, berterima kasihlah.
Tuhan menempa kita, mendekatkan kita padaNya dengan ujian.
Tanpa pelajaran, mau jadi apa hidup kita ?
Semua yang telah terjadi, membentuk kita menjadi seperti saat ini.

Masa lalu, mau dipikir sedemikian rupa, tidak akan pernah berubah, dan tidak akan pernah kembali.
Yang berlalu, sudahlah.
Kita punya ribuan detik di masa depan, yang harus kita jaga.

Lalu, harus kita letakkan dimana masa lalu kita ?
Tetap letakkan disitu, sebagai kenangan. Sebagai pembentuk. Indah untuk disinggahi tapi tidak untuk ditempati kembali.

Berterima kasihlah pada masa lalu.
Dan, biarkan ia tetap berada disitu. Jangan diusik. Karena ia tidak akan berubah. Karena sekarang dan nanti, lebih berhak kita genggam dan kita jaga.

Dan kamu, yang lalu.
Kamu sudah berlalu, kisahmupun sudah terganti.
Buat cerita barumu, dengan sekarangmu dan nantimu.

Berbahagialah dengan caramu.
dan terima kasih untuk ceritamu.

0 komentar:

Posting Komentar