Pagi hari kala
itu, aku menghela nafas cukup panjang, ada yang sedang ingin aku pikirkan.
Di setiap
helaannya, aku bersyukur untuk apa yang sedang terjadi saat ini.
Berterima kasih,
untuk semua yang telah terjadi.
Satu detik yang
lalu, bukankah itu juga masa lalu ?
Apa yang bisa kita
lakukan selain bersyukur pada masa lalu ?
Iya, berterima
kasihlah.
Tuhan menempa
kita, mendekatkan kita padaNya dengan ujian.
Tanpa pelajaran,
mau jadi apa hidup kita ?
Semua yang telah
terjadi, membentuk kita menjadi seperti saat ini.
Masa lalu, mau
dipikir sedemikian rupa, tidak akan pernah berubah, dan tidak akan pernah
kembali.
Yang berlalu,
sudahlah.
Kita punya ribuan
detik di masa depan, yang harus kita jaga.
Lalu, harus kita
letakkan dimana masa lalu kita ?
Tetap letakkan
disitu, sebagai kenangan. Sebagai pembentuk. Indah untuk disinggahi tapi tidak
untuk ditempati kembali.
Berterima
kasihlah pada masa lalu.
Dan, biarkan ia
tetap berada disitu. Jangan diusik. Karena ia tidak akan berubah. Karena
sekarang dan nanti, lebih berhak kita genggam dan kita jaga.
Dan kamu, yang
lalu.
Kamu sudah
berlalu, kisahmupun sudah terganti.
Buat cerita
barumu, dengan sekarangmu dan nantimu.
Berbahagialah
dengan caramu.
dan terima kasih untuk ceritamu.
0 komentar:
Posting Komentar