Kamukah petrichor ?
bau tanah selepas
hujan deras semalam,
Yang mungkin
hanya hilang, jika matahari bersinar terang seharian, menggantikan rintikan
hujan, melepas kerinduan yang tak tersampaikan.
Seakan kamu
memang tak bisa hilang,
Meninggalkan jejak,
rekaman cerita yang tidak mungkin bisa direka ulang kembali,
Kecuali jika
tiba-tiba hujan memeluk bumi,
Semesta merayakannya,
Dan pikiranku
menjelajahi tiap sudut masa lalu
Tapi, bukankah petrichor-pun bisa sedikit demi sedikit
menguap ?
Menghilang tanpa
bekas,
Tak ada lagi
bebauan khasnya
Aku membutuhkanmu,
matahari.
Untuk menguapkan petrichor,
Menghilangkan bebauan
sisa hujan semalam
Melenyapkan sisa-sisa
air hujan,
Tak berbekas, tak
berjejak
Kamu mungkin
memang petrichor,
Tapi sepekat
baunya, matahari bisa menghapus baumu,
Seberkas demi
seberkas sinar yang ia pancarkan,
Sabar sedikit
demi sedikit ia menunggu,
Tetap memberikan
sinarnya,
Hingga petrichor-pun pergi, hilang, dan tak ada
lagi bebauan tanah sisa hujan semalam.
Darimana bisa dapat istilah "Petrichor", si "Bau Tanah Selepas Hujan" itu...?
BalasHapusDari semua bacaan yg pernah aku baca, belum pernah aku nemuin istilah itu... :-D
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuspetrichor emang istilah buat bau tanah habis hujan, hehe..
BalasHapus