Kamis, 15 Januari 2015

Kamukah Petrichor ?


Kamukah petrichor ?
bau tanah selepas hujan deras semalam,
Yang mungkin hanya hilang, jika matahari bersinar terang seharian, menggantikan rintikan hujan, melepas kerinduan yang tak tersampaikan.

Seakan kamu memang tak bisa hilang,
Meninggalkan jejak, rekaman cerita yang tidak mungkin bisa direka ulang kembali,
Kecuali jika tiba-tiba hujan memeluk bumi,
Semesta merayakannya,
Dan pikiranku menjelajahi tiap sudut masa lalu

Tapi, bukankah petrichor-pun bisa sedikit demi sedikit menguap ?
Menghilang tanpa bekas,
Tak ada lagi bebauan khasnya

Aku membutuhkanmu, matahari.
Untuk menguapkan petrichor,
Menghilangkan bebauan sisa hujan semalam
Melenyapkan sisa-sisa air hujan,
Tak berbekas, tak berjejak

Kamu mungkin memang petrichor,
Tapi sepekat baunya, matahari bisa menghapus baumu,
Seberkas demi seberkas sinar yang ia pancarkan,
Sabar sedikit demi sedikit ia menunggu,
Tetap memberikan sinarnya,
Hingga petrichor-pun pergi, hilang, dan tak ada lagi bebauan tanah sisa hujan semalam.


3 komentar:

  1. Darimana bisa dapat istilah "Petrichor", si "Bau Tanah Selepas Hujan" itu...?
    Dari semua bacaan yg pernah aku baca, belum pernah aku nemuin istilah itu... :-D

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. petrichor emang istilah buat bau tanah habis hujan, hehe..

    BalasHapus