Jumat, 08 November 2013

Mereka yang Kuat


Pernahkah kalian memperhatikan kedua orang tua kalian ketika mereka tertidur lelap ?
lakukanlah selagi kalian bisa melakukannya. Itu yang aku lakukan semalam.

Tepat setelah makan malam dan Isya, aku melihat kedua orangtuaku sudah tertidur lelap.
Mereka nampak lelah, dan disitulah aku menyadari, orang tuaku tak lagi sekuat yang dulu.

Mungkin tak akan ada yang mengira,mereka, bangun lebih dahulu sebelum adzan subuh terdengar,
jauh sebelum aku terbangun,
seakan-akan mereka berlomba-lomba dengan ayam, sebelum ayam mematok rejeki mereka

Untuk apa ?
untuk mencari koin lima ratusan, dan selembar uang seribuan, iya, dari situlah aku dan kakakku bisa menjadi Sarjana dan adikku saat ini bisa kuliah di Kedokteran setelah Ayahku lepas dari pekerjaannya menjadi pengacara.

Seperti itu, berlangsung hingga senja tiba, terlebih jika musim "tanam" datang, rejeki mereka datang dari benih-benih yang ditanamkan pleh petani. Kedelai, beras, dan hasil bumi lainnya saat ini tidak bisa terlalu diharapkan. Karena toko-toko modern sedikit merenggut rejeki toko-toko tradisional seperti toko mereka.

Kadang, aku merasa sangat lemah. Kedua orangtuaku yang seharusnya menikmati masa tuanya, masih mencari-cari guratan kelelahan dari keringat mereka sendiri. Sedangkan aku, hanya bisa memberikan pijatan-pijatan dari tangan kecilku jika malam datang dan pegal-pegal menggerayuti badan mereka.

Tapi, aku bersyukur,
dengan cara seperti itu, mereka menjadi sosok orang tua yang bugar untuk umuran mereka. Karena tidak jarang aku dengar, teman-teman seumuran mereka, bahkan yang jauh lebih muda, sudah tak lagi sanggup melakukan banyak kegiatan.

Tuhan, sehatkanlah dan panjangkanlah umur mereka.
Hanya itu.
Agar mereka bisa menikmati rejeki dari anak-anaknya, bukan lagi rejeki dari keringat mereka sendiri.
Agar mereka bisa menikmati masa tua mereka, sebagaimana seharusnya mereka di umur mereka,
Agar kami, anak-anak mereka, bisa memberikan apa yang bisa kami berikan, walaupun itu tidak akan membalas semuanya.

Cobalah kalian memperhatikan sejenak ketika kedua orangtua kalian tertidur, dan pikirkanlah, apa yang mereka kerjakan untuk kalian, dan apa yang kalian lakukan untuk mereka.

0 komentar:

Posting Komentar