Selasa, 19 November 2013

Mengapa ?

Mungkin ingatan seseorang akan kenangan manis jauh lebih lemah dibandingkan ingatan seseorang dengan sesuatu yang pahit.
Seperti ingatan bagaimana pertama kali jatuh cinta, memperjuangkan, atau ingatan bahagia-bahagia lainnya.
Berbeda jika itu tentang sakit hati.
Manusia akan jauh lebih mengingat bagaimana rasanya disakiti. Bahkan setiap perlakuan-perlakuan yang menyakitkan jauh lebih jelas terekam dalam ingatan seseorang.
Adakah yang bisa menjelaskan mengapa hal itu terjadi ?
Atau mungkin, adakah yang bisa mematahkan kalimat-kalimat ini ?

0 komentar:

Posting Komentar