Kamis, 28 November 2013

I will love you, UNCONDITIONALLY


Oh no, did I get too close?
Oh, did I almost see what's really on the inside?
All your insecurities
All the dirty laundry
Never made me blink one time

Unconditional, unconditionally
I will love you unconditionally
There is no fear now
Let go and just be free
I will love you unconditionally
Come just as you are to me
Don't need apologies
Know that you are unworthy
I'll take your bad days with your good
Walk through this storm I would
I'd do it all because I love you, I love you

Unconditional, unconditionally
I will love you unconditionally
There is no fear now
Let go and just be free
I will love you unconditionally

So open up your heart and just let it begin
Open up your heart, and just let it begin
Open up your heart, and just let it begin
Open up your heart
Acceptance is the key to be
To be truly free
Will you do the same for me?

Unconditional, unconditionally
I will love you unconditionally
And there is no fear now
Let go and just be free
'Cause I will love you unconditionally (oh yeah)

I will love you
I will love you
I will love you unconditionally

Rabu, 27 November 2013

Waktu Merubahnya


Waktu akan membuat semua berubah

Pagi tidak selamanya akan menjadi pagi
karena matahari akan semakin meninggi dan merubah pagi menjadi siang

Hujan tak selamanya menjadi hujan
karena usai ia membasahi bumi, terkadang ia muncul dan berubah menjadi pelangi

Sneaker-sneaker usang mulai tertata rapi dan tak terpakai
tergantikan dengan wedges dan high heels,
karena peranan

Semua akan berubah
waktu akan membuat semua yang terbiasa menjadi tidak biasa dan memaksanya menjadi biasa
waktu juga akan membuat semua pola pikir, kebebasan, dan karakter berubah

begitu juga dengan hati.
bersiaplah, untuk perubahan yang mungkin tidak akan bisa ditangkap logika
tanyakan pada hatimu, apakah kamu siap ?

Rabu, 20 November 2013

Teruskanlah.


Pernahkah kau bicara. Tapi tak di dengar. Tak di anggap sama sekali..

Pernahkan kau tak salah. Tapi disalahkan. Tak diberi kesempatan

Kuhidup dengan siapa. Ku tak tahu kau siapa. Kau kekasihku tapi orang lain bagiku

Kau dengan dirimu saja. Kau dengan duniamu saja. 


Teruskan lah.. Teruskan lah. Kau begitu

Kau tak butuh diriku. Aku patung bagimu. Cinta bukan kebutuhanmu.


Teruskanlah . . teruskanlah, 
kau begitu.

Catatan Pinggir

"Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi tidak gampang untuk diam. Kita tidak tahu pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai. Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidakacuhan. Semuanya teka-teki."
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 

Selasa, 19 November 2013

Mengapa ?

Mungkin ingatan seseorang akan kenangan manis jauh lebih lemah dibandingkan ingatan seseorang dengan sesuatu yang pahit.
Seperti ingatan bagaimana pertama kali jatuh cinta, memperjuangkan, atau ingatan bahagia-bahagia lainnya.
Berbeda jika itu tentang sakit hati.
Manusia akan jauh lebih mengingat bagaimana rasanya disakiti. Bahkan setiap perlakuan-perlakuan yang menyakitkan jauh lebih jelas terekam dalam ingatan seseorang.
Adakah yang bisa menjelaskan mengapa hal itu terjadi ?
Atau mungkin, adakah yang bisa mematahkan kalimat-kalimat ini ?

Rabu, 13 November 2013

Selamat Hari Ayah, Pak.


Ketika aku men-scroll timeline twitterku, timeline ramai diantara mereka yang mengirimkan doa dan mengucapkan "Selamat Hari Ayah" yang ternyata jatuh pada tanggal 12 November.
Dengan cepat aku meraih handphoneku,
aku coba mengetik panjang sms kata-kata dan doa yang teramat manis,
tak lupa ucapan maaf karena belum bisa membuat bangga beliau.
Namun, ketika aku baca ulang,
aku malu membacanya,
kuurungkan niatku untuk mengirim sms panjang lebar,
aku hapus sebagian kata-katanya,
dan "Selamat Hari Ayah, Pak. semoga sehat selalu"
hanya kata-kata itu yang aku kirimkan.

Pasti jarang diantara kita yang mengetahui kalau hari Ayah jatuh pada tanggal 12 November
beda, dengan hari Ibu, yang selalu diagung-agungkan pada tanggal 22 Desember

ah, Bapak.
aku seketika rindu padamu.
sosok yang sangat sangat sangat dekat denganku.
satu-satunya pria yang tidak akan pernah membuatku menangis karena tersakiti.

Terima kasih, Pak,
Untuk keringatmu yang membuatku bisa menjadi Sarjana saat ini.
kepingan uang kau kumpulkan untuk melihatku menjadi Sarjana.
dan maaf, hingga saat ini,
tidak ada yang bisa membalas semua yang telah kau berikan padaku

Sakit rasanya, jika mengingat engkau tak sekuat yang dahulu,
apalagi setelah engkau pernah merasakan betapa tidak nikmatnya hidup di rumah sakit,
aku tau engkau mulai lemah, tapi hingga usiamu yang saat ini engkau masih berjuang untuk kami, istri dan anak-anakmu,

Guratan usia semakin nampak,
rambutmu pun semakin arang dan kian memutih
tapi tak sedetikpun engkau lewatkan tanpa mendampingi istri dan anak-anakmu,

Sehatkanlah beliau Tuhan.
Bahagiakanlah
dan berikan aku kesempatan untuk membalas semua yang telah beliau berikan

terima kasih, Pak
untuk tetap menjagaku, anak perempuan yang akan selalu engkau anggap anak kecil
untuk setiap doamu yang menghantarkanku hingga detik ini
untuk buliran-buliran keringat kerja kerasmu yang masih tetap engkau perjuangkan hingga detik ini
untuk setiap senyum dan tawa candamu,
untuk pesan-pesan singkat yang selalu engkau kirimkan ketika aku jauh, walau hanya kata-kata pengingat makan dan sholat
untuk kesetiaanmu menemaniku kemana saja aku butuhkan
untuk cinta yang luar biasa untukku

Selamat Hari Ayah, Pak,
lelaki terhebatku
aku menyayangimu, walaupun aku tak pernah mengatakannya.

Sabtu, 09 November 2013

Cinta dengan Titik ( by @benzbara )




Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti embun hinggap di tepian daun dan tanah yang sabar menyambutnya jatuh, tapi aku ingin melupakanmu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti mata yang berkedip menyambut pagi dan daun jendela yang mengintip matahari, tapi aku ingin melupakanmu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti gerimis pada jendela dan uap nafasmu menulis nama kita, tapi aku ingin melupakanmu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti waktu yang tak pernah berhenti dan senyummu mengabadikannya, tapi aku ingin melupakanmu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, sepertisebuah peluk yang sebentar dan satu kecup yang perlahan saja tapi aku ingin melupakanmu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, seperti kata rindu yang ku ucap dan kau membalasnya dengan aku juga, tapi aku ingin melupakanmu.

Aku ingin melupakanmu dengan sederhana, sesederhana air mata yang mengalir, sesederhana genggam tangan yang terlepas, tapi aku ingin mencintaimu.

Jumat, 08 November 2013

Mereka yang Kuat


Pernahkah kalian memperhatikan kedua orang tua kalian ketika mereka tertidur lelap ?
lakukanlah selagi kalian bisa melakukannya. Itu yang aku lakukan semalam.

Tepat setelah makan malam dan Isya, aku melihat kedua orangtuaku sudah tertidur lelap.
Mereka nampak lelah, dan disitulah aku menyadari, orang tuaku tak lagi sekuat yang dulu.

Mungkin tak akan ada yang mengira,mereka, bangun lebih dahulu sebelum adzan subuh terdengar,
jauh sebelum aku terbangun,
seakan-akan mereka berlomba-lomba dengan ayam, sebelum ayam mematok rejeki mereka

Untuk apa ?
untuk mencari koin lima ratusan, dan selembar uang seribuan, iya, dari situlah aku dan kakakku bisa menjadi Sarjana dan adikku saat ini bisa kuliah di Kedokteran setelah Ayahku lepas dari pekerjaannya menjadi pengacara.

Seperti itu, berlangsung hingga senja tiba, terlebih jika musim "tanam" datang, rejeki mereka datang dari benih-benih yang ditanamkan pleh petani. Kedelai, beras, dan hasil bumi lainnya saat ini tidak bisa terlalu diharapkan. Karena toko-toko modern sedikit merenggut rejeki toko-toko tradisional seperti toko mereka.

Kadang, aku merasa sangat lemah. Kedua orangtuaku yang seharusnya menikmati masa tuanya, masih mencari-cari guratan kelelahan dari keringat mereka sendiri. Sedangkan aku, hanya bisa memberikan pijatan-pijatan dari tangan kecilku jika malam datang dan pegal-pegal menggerayuti badan mereka.

Tapi, aku bersyukur,
dengan cara seperti itu, mereka menjadi sosok orang tua yang bugar untuk umuran mereka. Karena tidak jarang aku dengar, teman-teman seumuran mereka, bahkan yang jauh lebih muda, sudah tak lagi sanggup melakukan banyak kegiatan.

Tuhan, sehatkanlah dan panjangkanlah umur mereka.
Hanya itu.
Agar mereka bisa menikmati rejeki dari anak-anaknya, bukan lagi rejeki dari keringat mereka sendiri.
Agar mereka bisa menikmati masa tua mereka, sebagaimana seharusnya mereka di umur mereka,
Agar kami, anak-anak mereka, bisa memberikan apa yang bisa kami berikan, walaupun itu tidak akan membalas semuanya.

Cobalah kalian memperhatikan sejenak ketika kedua orangtua kalian tertidur, dan pikirkanlah, apa yang mereka kerjakan untuk kalian, dan apa yang kalian lakukan untuk mereka.

Kamis, 07 November 2013

Jika Suatu Hari


Jika suatu hari kita merindu dan tak bisa bertemu,
bersabarlah,
karena akan ada saatnya Tuhan mempertemukan kita dengan setumpuk rindu

Jika suatu hari kamu merasa lelah dengan apa yang telah kita capai,
ingatlah,
bagaimana kita membangun mimpi-mimpi kita dan berjuang mempertahankan apa yang telah kita bangun

Jika suatu hari kamu merasa bosan,
renungkanlah,
kamu pernah jatuh cinta kepadaku dan sangat memperjuangkanku

Jika suatu hari kamu tidak yakin akan semua yang telah kita jalani,
berdoalah,
agar Tuhan memberikan kita jalan untuk selalu saling mencintai

Jika suatu hari kamu merasa kita berjalan tanpa tujuan,
ingatlah,
kita pernah memutuskan untuk bersama, saling jatuh cinta, dan memiliki tujuan yang walaupun suatu hari akan kamu pertanyakan lagi

Jika suatu hari kamu merasa ingin mengakhiri semua ini,
renungkanlah,
semua pencapaian yang telah kita capai, kelelahan untuk mempertahankan, tapi akan ada penyesalan setelahnya ketika kamu kehilangan hubungan ini

Jika suatu hari kamu merasa tenang melihatku,
tersenyumlah,
itu serpihan-serpihan doa untuk kita menjalani semua ini,

Untukmu yang selalu tidak pernah gagal menyentuh hatiku,
jika suatu hari itu ada, percayalah, berdua denganmu adalah apa yang aku mau.
setelah kelelahan-kelelahan mempertahankan apa yang kita bangun, akan ada rindu yang selalu lebih hebat.

Teruntuk Kamu


Teruntuk kamu yang selama setahun ini mengisi hampir sepenuhnya hari-hariku.

Hai,
tahukah kamu,
aku menyayangimu dengan sederhana,
seperti pelangi yang menunggu hujan reda,
seperti embun yang menanti sayup-sayup pagi yang datang

Semesta mungkin bekerja begitu hebat setahun yang lalu,
benar kata orang, jatuh cinta itu mungkin tidak hanya karena jodoh, tapi juga memerlukan hal-hal yang absurd

Kamu mungkin tidak pernah mau peduli keajaiban semesta menyatukan kita,
Kamu, sesuatu yang biasa-biasa saja
tidak lebih, sama seperti laki-laki lain yang mencoba datang ke "rumah"
saat itu, yang berbeda, kamu membawa usaha untuk selalu ada untukku,
itu yang membuat aku berdecak heran,

Iya, setahun lalu,
masih sangat lekat diingatanku.
Tapi itu setahun lalu, ketika hasrat mencintaimu luar biasa.

Tuhan saat itu tidak membuat kita seimbang,
sama seperti saat ini, aku merasa semua berbalik

Aku tetap sama seperti saat kamu datang,
menyayangimu dengan sederhana

Kamu satu-satunya orang yang mampu berkata tidak untuk apa yang aku inginkan, kamu satu-satunya orang yang bisa membawaku ke dunia yang baru, kamu satu-satunya orang yang membuatku mimpiku satu persatu menjadi nyata, kamu satu-satunya orang yang membuatku selalu ingin bertemu untuk menceritakan segala apapun yang terjadi, rencana-rencana hebat, atau mimpi-mimpi yang mungkin mustahil untuk menjadi nyata

Teruntuk kamu laki-laki yang aku percayakan masa depanku di kamu,
tetaplah seperti kamu yang aku kenal setahun lalu, sampai nanti kita menghabiskan masa-masa sulit, aku ingin engkau tetap begitu,
sama seperti aku, yang akan selalu seperti ini,
menyayangimu dengan sederhana