Senin, 19 Februari 2018

Cemburu



Aku menghela nafas lega.
Akhirnya aku melihat Ayah menjemputku di stasiun kota, setelah satu setengah jam aku mencoba menguatkan diri, melawan panas tubuh yang beberapa hari ini tak kunjung reda.
Terlihat jelas raut muka penuh cemas, memegang gagang payung, dan memberikannya padaku, khawatir aku kehujanan.

Semalaman, aku tidur berselimut hangat, lepas dari malam-malam sebelumnya, sendiri, menikmati perut mual pun kepala pusing.

Tak biasanya, Ayah membangunkanku, iya, karena saat itu pukul 06.30, dan rasa-rasanya aku masih bisa tertidur sepanjang hari.
Katanya, ia khawatir. Aku yang tidak pernah melewatkan subuh, pagi itu masih terlelap hingga pasar pagi akan usai.

Bagaimana cara ia membangunkanku ?
Dengan mengetuk pintu dan membawakan bubur untuk sarapanku pagi itu.
Dan seperti itu, hingga siang, malam, hari berganti, dan panas tubuhku pergi.

Ia selalu seperti itu, bukan karena aku sedang lemah, atau karena aku bergelut manja.
Tapi kali ini,
Aku bercerita padanya.
Kemarin sebelum aku bisa menemui rumah,
ada seseorang yang menjagaku, sedemikian rupa, dan aku tahu, Ayah menyukainya, tapi, ia cemburu.

Ayah tau,
Bagaimana lelaki itu menemaniku.
Bagaimana lelaki itu menjagaku.
Bagaimana lelaki itu membuat aku baik-baik saja.

Dan aku tau,
Bagaimana Ayah cemburu.
Rasanya ingin selalu aku katakan padamu, Ayah.
Kamu, tetaplah cinta pertamaku.
Tidak ada siapapun, sesempurna apapun ia, yang mampu menggantikanmu.
Mau aku mencari lelaki sepertimu,
Aku tak akan pernah menemukannya.

Dan, Ayah,
Aku tetap perempuan kecilmu,
Yang sekuat apapun, berlindung di bawah ketiakmu adalah surga bagiku.

Hanya saja, aku mau, cukupkan khawatirmu untukku.
Aku akan merasa bersalah, ketika membuatmu berkeringat dingin karena mengkhawatirkanku.
Aku cukup kuat untuk menghadapi apapun.
Walau pada akhirnya nanti, lagi-lagi aku hanya bisa kembali padamu.

Dan, Ayah,
Maaf membuatmu merasa cemburu.
Cemburu itu menyebalkan, pasti.
Tapi tidak akan lagi.
Karena aku tidak akan mencintai lelaki lain lebih besar dari cintaku kepadamu, Ayah, cinta pertamaku.



1 komentar:

  1. Yuk Merapat Best Betting Online Hanya Di AREATOTO
    Dalam 1 Userid Dapat Bermain Semua Permainan
    Yang Ada :
    TARUHAN BOLA - LIVE CASINO - SABUNG AYAM - TOGEL ONLINE ( Tanpa Batas Invest )
    Sekedar Nonton Bola ,
    Jika Tidak Pasang Taruhan , Mana Seru , Pasangkan Taruhan Anda Di areatoto
    Minimal Deposit Rp 20.000 Dan Withdraw Rp.50.000
    Proses Deposit Dan Withdraw ( EXPRES ) Super Cepat
    Anda Akan Di Layani Dengan Customer Service Yang Ramah
    Website Online 24Jam/Setiap Hariny

    BalasHapus