Waktu lalu
Semburat malu-malu
Nampak lidah kelu
Satu-satu
Doa terurai selalu
Sembari mata tersirat pilu
Tuhanku
Aku malu
Seakan tak pantas lagi maaf teradu selalu
Takut marahMu
Padahal aku tanpaMu hanya debu
Tengadah tangan kecilku
Menggapai maafMu
Gapai aku
Yang rindu
Hingga hati gemerutuk menyeru
Sederhanakan pikiranku
Karena aku tahu
Engkau
Tuhanku
Yang Tidak Serumit Pikirku
Bukankah ketika mengingatMu,
Engkau akan jauh lebih menurunkan tanganMu ?
0 komentar:
Posting Komentar