Sabtu, 18 Oktober 2014

Sudah Tidak Muda Lagikah ?


Sepertinya aku mulai memasuki fase-fase mengejutkan
Di mana timeline facebook-ku tidak lagi meriah dengan postingan teman-teman tentang artis-artis korea yang baru mengeluarkan MVnya
Atau tentang keluh kesah mereka di status facebook atau twitter-nya bagaimana susahnya menyelesaikan skripsi dan berjam-jam menunggu dosen pembimbing hanya untuk melihat skripsinya dicorat-coret,

Apa yang aku lihat sekarang ?

Satu persatu teman dekatku mulai mengubah status relationship facebooknya, dari yang In a Relationship menjadi Engagement
“Akhirnya mereka melangkah satu tahap lebih serius”, pikirku bahagia.

Tidak terlalu mengejutkan, dibandingkan dalam jangka waktu yang tidak terlalu dekat, ada banyak wedding invitation masuk di notifikasi facebookku.
“Weh, dia nikah to ?”
“Pantes nikah sama ini, pacarannya udah lama banget”
“Eh, kok sama yang ini sih ? Kapan pacarannya ? Bukannya dia pacaran lama sama yang ini ya ?”

Begitu kira-kira ekspresiku ketika mendapat wedding invitation dari si A, si B, atau siapapun.
Mulai bermunculanlah foto-foto pernikahan teman-teman seumuranku, seperti jamur di musim hujan mungkin.

Belum lagi, setiap harinya mereka memposting hasil masakan mereka dengan caption “Suami lagi pengen dimasakin ini, coba-coba ah.”
Oh, Tuhan, sudah ada yang mereka sebut suami di timeline mereka.

Ada juga yang mulai rajin memposting tentang “calon dedek” yang sedang mereka tunggu-tunggu. Dari foto hasil USG, atau status-status membahagiakan seperti “suami lagi suka elus-elus perut yang ada calon dedek di dalamnya.”
Oh, Tuhan, semembahagiakan itu sepertinya.

Tapi mungkin, di fase ini juga, aku menemukan ada banyak orang terdekat yang ternyata harus mengakhiri hubungannya setelah bertahun-tahun bercerita bersama.
Ya, realistis, lamanya hubungan tidak menjadi satu patokan mereka akan hidup bersama.

"Ternyata, aku sudah tidak muda lagi", pikirku
Ya, setiap manusia punya hal-hal yang mereka prioritaskan. Karena hidup itu pilihan. Mereka berhak memilih di umur 20-an ini apa yang akan mereka pilih untuk diprioritaskan. Bukankah begitu ? 

Cukup merasa ikut berbahagia dengan langkah-langkah mengejutkan yang diambil oleh mereka.
Baik langkah mereka yang baru memulai hubungan serius dengan pertunangan, langkah memasuki kehidupan baru dengan memilih teman hidup dalam pernikahan, maupun langkah untuk mengakhiri hubungan yang sudah lama terjalin untuk jalan kehidupan yang lebih lebih baik

Apapun itu, Tuhan sudah menyiapkan skenario terbaik untuk kita
Apapun itu, Tuhan menjanjikan yang terbaik untuk kita

“Boleh jadi yang baik menurut kita itu buruk menurut Tuhan, dan boleh jadi yang buruk menurut kita adalah yang terbaik menurut Tuhan.”

Apapun itu, Tuhan MahaMengetahui apa-apa yang tidak kita ketahui. Tuhan MahaMengetahui apa yang terbaik untuk kita
Berbahagialah untuk apapun, karena semesta berbahagia untuk kita


0 komentar:

Posting Komentar