Sepertinya aku
mulai memasuki fase-fase mengejutkan
Di mana timeline facebook-ku tidak lagi meriah
dengan postingan teman-teman tentang artis-artis korea yang baru mengeluarkan MVnya
Atau tentang
keluh kesah mereka di status facebook
atau twitter-nya bagaimana susahnya
menyelesaikan skripsi dan berjam-jam menunggu dosen pembimbing hanya untuk
melihat skripsinya dicorat-coret,
Apa yang aku
lihat sekarang ?
Satu persatu
teman dekatku mulai mengubah status relationship
facebooknya, dari yang In a Relationship
menjadi Engagement
“Akhirnya mereka
melangkah satu tahap lebih serius”, pikirku bahagia.
Tidak terlalu
mengejutkan, dibandingkan dalam jangka waktu yang tidak terlalu dekat, ada
banyak wedding invitation masuk di
notifikasi facebookku.
“Weh, dia nikah
to ?”
“Pantes nikah
sama ini, pacarannya udah lama banget”
“Eh, kok sama
yang ini sih ? Kapan pacarannya ? Bukannya dia pacaran lama sama yang ini ya ?”
Begitu kira-kira
ekspresiku ketika mendapat wedding
invitation dari si A, si B, atau siapapun.
Mulai
bermunculanlah foto-foto pernikahan teman-teman seumuranku, seperti jamur di
musim hujan mungkin.
Belum lagi,
setiap harinya mereka memposting hasil masakan mereka dengan caption “Suami lagi pengen dimasakin
ini, coba-coba ah.”
Oh, Tuhan, sudah
ada yang mereka sebut suami di timeline
mereka.
Ada juga yang
mulai rajin memposting tentang “calon dedek” yang sedang mereka tunggu-tunggu. Dari
foto hasil USG, atau status-status membahagiakan seperti “suami lagi suka
elus-elus perut yang ada calon dedek di dalamnya.”
Oh, Tuhan,
semembahagiakan itu sepertinya.
Tapi mungkin, di
fase ini juga, aku menemukan ada banyak orang terdekat yang ternyata harus
mengakhiri hubungannya setelah bertahun-tahun bercerita bersama.
Ya, realistis,
lamanya hubungan tidak menjadi satu patokan mereka akan hidup bersama.
"Ternyata, aku
sudah tidak muda lagi", pikirku
Ya, setiap manusia punya hal-hal yang mereka prioritaskan. Karena hidup itu pilihan. Mereka berhak memilih di umur 20-an ini apa yang akan mereka pilih untuk diprioritaskan. Bukankah begitu ?
Cukup merasa ikut
berbahagia dengan langkah-langkah mengejutkan yang diambil oleh mereka.
Baik langkah mereka
yang baru memulai hubungan serius dengan pertunangan, langkah memasuki
kehidupan baru dengan memilih teman hidup dalam pernikahan, maupun langkah
untuk mengakhiri hubungan yang sudah lama terjalin untuk jalan kehidupan yang
lebih lebih baik
Apapun itu, Tuhan
sudah menyiapkan skenario terbaik untuk kita
Apapun itu, Tuhan
menjanjikan yang terbaik untuk kita
“Boleh jadi yang baik menurut kita itu buruk
menurut Tuhan, dan boleh jadi yang buruk menurut kita adalah yang terbaik
menurut Tuhan.”
Apapun itu, Tuhan
MahaMengetahui apa-apa yang tidak kita ketahui. Tuhan MahaMengetahui apa yang
terbaik untuk kita
Berbahagialah
untuk apapun, karena semesta berbahagia untuk kita
0 komentar:
Posting Komentar