Kamis, 14 Desember 2017

Dua Hari Setelahmu


Kamis

Dua hari setelahmu

Berbulan-bulan sebelumnya, aku pikir aku tidak mampu menghadapimu

Kalut

Takut

Membayangkan kamu datang menentukanku

Dan pagi itu

Dua hari yang lalu

Semesta menyambutmu, dengan hujan deras di balik jendela kamarku

Semerbak aroma tanah menusuk hidungku

Seakan tahu, hari itu untukmu

Aku menatap nanar langit-langit kamarku

Merangkak naik, menyibak tirai jendela

Menikmati air yang berlarian dari langit, menjatuhkan dirinya ke bumi

Berulang kali aku yakinkan, kamu yang akhirnya datang juga

Dan,

Luruh juga ketakutanku

Bersamaan dengan gemericik air yang semakin tenang

Sejatinya,

Aku hanya perlu berjalan sedikit lebih tegak hari itu

Namun dengan hati penuh syukur

Semesta memang bijaksana

Menghanyutkan ketakutanku akanmu

Berjalan bersisian menyambutmu

Menyampaikan lirihan-lirihan doa untuk Tuhan dariku, menerimamu

Seiring hujan yang meninggalkan pagi

Membekaskan aroma khas setelahnya

Aku menyambutmu

 “Selamat Datang,” ucapku lirih