Kamis
Dua hari setelahmu
Berbulan-bulan sebelumnya, aku pikir aku tidak mampu
menghadapimu
Kalut
Takut
Membayangkan kamu datang menentukanku
Dan pagi itu
Dua hari yang lalu
Semesta menyambutmu, dengan hujan deras di balik jendela
kamarku
Semerbak aroma tanah menusuk hidungku
Seakan tahu, hari itu untukmu
Aku menatap nanar langit-langit kamarku
Merangkak naik, menyibak tirai jendela
Menikmati air yang berlarian dari langit, menjatuhkan
dirinya ke bumi
Berulang kali aku yakinkan, kamu yang akhirnya datang
juga
Dan,
Luruh juga ketakutanku
Bersamaan dengan gemericik air yang semakin tenang
Sejatinya,
Aku hanya perlu berjalan sedikit lebih tegak hari itu
Namun dengan hati penuh syukur
Semesta memang bijaksana
Menghanyutkan ketakutanku akanmu
Berjalan bersisian menyambutmu
Menyampaikan lirihan-lirihan doa untuk Tuhan dariku,
menerimamu
Seiring hujan yang meninggalkan pagi
Membekaskan aroma khas setelahnya
Aku menyambutmu
“Selamat Datang,”
ucapku lirih




