Kamu tidak juga datang
Hanya sekilas
terlihat bersenda gurau dengan awan.
Mengintip malu-malu.
Sebentar
kemudian, silau matahari membuatmu pergi lagi.
Kamu tidak juga datang
Di tanahku.
Rindu kaki ini
tenggelam dalam genanganmu yang bercampur tanah basah.
Yang ketika kamu
pergi, tanah mengenangmu dalam udara khas tubuhmu.
Kamu tidak juga datang
Temanmu selalu
menemuiku tiba-tiba.
Kencang.
Seakan kamu juga
akan segera tiba.
Dan ia membuatku
menari-nari, mengibaskan kerudungku.
Membuatku semakin
merindukanmu.
Kamu tidak juga datang
Langit masih
membiru.
Abu-abupun hanya
sekelebat.
Apakah kamu tidak
rindu berlarian, menari denganku ?
Masih mampukah
kamu menahan tubuhmu untuk tidak jatuh ?
Kamu tidak juga datang
Lalu, aku
bagaimana ?
Senduku tidak
kamu temani.
Bahagiaku tidak
kamu tertawakan.
Seperti inikah
kamu sekarang ?
Kamu yang tidak
juga datang.
Aku rindu.




