Rabu, 13 September 2017

Kamu yang Tidak Juga Datang


Kamu tidak juga datang
Hanya sekilas terlihat bersenda gurau dengan awan.
Mengintip malu-malu.
Sebentar kemudian, silau matahari membuatmu pergi lagi.

Kamu tidak juga datang
Di tanahku.
Rindu kaki ini tenggelam dalam genanganmu yang bercampur tanah basah.
Yang ketika kamu pergi, tanah mengenangmu dalam udara khas tubuhmu.

Kamu tidak juga datang
Temanmu selalu menemuiku tiba-tiba.
Kencang.
Seakan kamu juga akan segera tiba.
Dan ia membuatku menari-nari, mengibaskan kerudungku.
Membuatku semakin merindukanmu.

Kamu tidak juga datang
Langit masih membiru.
Abu-abupun hanya sekelebat.
Apakah kamu tidak rindu berlarian, menari denganku ?
Masih mampukah kamu menahan tubuhmu untuk tidak jatuh ?

Kamu tidak juga datang
Lalu, aku bagaimana ?
Senduku tidak kamu temani.
Bahagiaku tidak kamu tertawakan.
Seperti inikah kamu sekarang ?

Kamu yang tidak juga datang.
Aku rindu.