Jumat, 25 Januari 2013

Hitam dan Gelap yang Aku Benci



Aku muak
berada di tengah detakan jantung yang degupnya terlalu kencang
diselimuti keringat dingin yang membuat bulu kudukku terasa berdiri
membuatku kaku ,
sesak
lumpuh
dan terasa mematikan

Aku lelah
bercengkerama dengan malam yang tak berkesudahan
membuatku menangis semalaman
tanpa aku tak pernah tahu apa sebabnya .

Berceritapun tak akan pernah ada yang mengerti
apa yang ku rasa , apa yang ku rasa
mereka menganggapku gila
dengan keluhan-keluhan yang sebenarnya sudah bosan aku keluhkan

Aku diliputi rasa takut yang entah apa itu
Aku benci
hitam yang membuat jiwaku merasa kotor
tubuhku, organku, tak sejalan seperti seharusnya

Aku benci
Gelap yang membuatku merasa sendiri
meneriakkan ketakutan-ketakutan yang tak kunjung terhenti
memikirkan apa yang sebenarnya hanya imajinasi

Kapan semua ini terhenti.
Aku tak ingin terbelenggu , waktuku habis , waktuku terlupakan

Dan di tengah persimpangan hitam dan gelap di depan sana ,
aku punya Engkau , Tuhan ,
tetaplah bersamaku .

Kamis, 10 Januari 2013

menyamakan langkah



Ada seorang kawan mengatakan ,
dia dan pasangannya adalah dua sisi yang berbeda
Entah dari sisi mana mereka melihatnya,
yang jelas , aku sebagai orang awam hanya melihat mereka adalah sisi yang sama , serasi

Ketika kita memutuskan untuk bersama ,
apakah terbersit dalam benakmu , kalau kita berjalan dengan satuan langkah yang berbeda ?
mungkin , aku memulainya dengan kaki kanan ,
dan kamu memulainya dengan kaki kiri .

dan ketika kita mulai berjalan , sembari tangan menggenggam
langkah berbeda semakin terasa .
mungkin karena tangan kita terayun ,
hingga untuk satu langkah kedepan , kadang kita harus saling memberi aba-aba untuk memulainya dengan kaki yang sama .

bisakah kita memulai langkah yang sama hari ini ?
setidaknya, aku ingin agar kita tidak goyah dalam berjalan .

atau mungkinkah itu sulit ?

aku tidak akan memaksamu ,
aku tidak akan pula memaksakan kehendak .
denganmu saja aku sudah merasa bahagia .

atau mungkin , kita ubah saja langkah kita .
aku tetap berada dengan kaki kananku untuk memulai langkahku
dan kamu tetap dengan kaki kirimu untuk memulai langkahmu .

tak apalah sedikit goyah
tak apalah kita berjalan dengan langkah yang berbeda .
asalkan , kita berada di jalan yang sama ,
dan dengan genggaman tangan yang mengayuh riang .